Batik besurek dengan kaligrafi huruf arab nan indah. Asal dari jenis ini berada di kota bengkulu. Bengkulu sendiri adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kotanya berada di Kota Bengkulu. Provinsi ini terletak di bagian barat daya Pulau Sumatera.

Batik Besurek adalah batik khas Bengkulu yang bermotif kaligrafi Arab. Pada umumnya, batik ini berciri khas kaligrafi dengan perpaduan rafflesia sebagai motifnya yang merupakan simbol khas Bengkulu. Asal usul dinamakan Batik Besurek dikarenakan batik ini menggunakan motif-motif bertuliskan kaligrafi Arab. Besurek merupakan bahasa Melayu dialek Bengkulu yang artinya bersurat atau tulisan.
Batik besurek motif dan perkembangannya
Berikut ini ada beberapa motif yang biasa digunakan dalam Batik Besurek:
1. Motif kaligrafi merupakan motif yang diambil dari huruf-huruf kaligrafi. Batik Besurek untuk upacara adat bertuliskan huruf Arab yang bisa dibaca dan memiliki makna, namun sebagian besar hanya berupa hiasan mirip huruf Arab yang tidak memiliki makna yang jelas.
2. Motif rafflesia merupakan motif bergambar padma raksasa khas bengkulu. Motif ini sebagai motif utama kain besurek setelah kaligrafi.
3. Motif burung kuau merupakan kain besurek bergambar burung kuau yang berupa rangkaian huruf-huruf kaligrafi.
4. Motif relung kaku adalah motif Batik Besurek dengan bentuk meliuk-liuk seperti tumbuhan paku.
5. Motif rembulan adalah motif yang dibuat perpaduan antara gambar bulan dengan motif kaligrafi.
Motif Besurek telah berkembang dan tetap dilestarikan keberadaannya. Selain sebagai seragam wajib untuk pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Batik Besurek juga dijadikan pakaian wajib bagi Pegawai Negeri Sipil di wilayah Provinsi Bengkulu sejak tahun 1990. Peraturan yang ditetapkan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu dalam pengembangan dan pelestarian Batik Besurek.
Kain Batik ini gagal masuk warisan budaya Indonesia sebab Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak mengirimkan utusan pada saat sidang warisan budaya tak benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2014 di Jakarta. Dalam sidang penetapan warisan budaya Indonesia tersebut, Bengkulu mengusulkan tiga jenis kain batik untuk dinominasikan, yakni Batik Besuurek, Kain Lantung, dan Kain Umeak Jang dari Kabupaten Rejang Lebong.
Ketiganya gagal disahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia dikarenakan dalam pembahasan tersebut tidak dihadiri oleh wakil Pemprov Bengkulu, sehingga usulan tidak dibahas sama sekali. Namun menurut kami, pengesahan hanya sebuah cap dari dunia. Kita sebagai rakyat Indonesia wajib bangga dengan budaya yang sudah mengakar kuat dibanding negara lain.
Batikdlidir
Sebagai poros Sumatra, grosir kain batik Jambi melangkah mantap, menyatukan arus niaga wilayah.
Di Aceh Besar, grosir kain batik Jantho bernapas tenang, menopang pasar administratif.
Di dataran Karo, grosir kain batik Kabanjahe berdiri kokoh, melayani hinterland pegunungan.
Di Aceh Tamiang, grosir kain batik Karang Baru bergerak luwes, mengikuti ritme perbatasan.
Di tepian Ogan, grosir kain batik Kayu Agung mengalir stabil, menjaga suplai darat.
Di Bengkulu, grosir kain batik Kepahiang tumbuh rapi, menyokong dataran tinggi.
Di Asahan, grosir kain batik Kisaran bergerak cepat, menyatu pasar regional.
Di Bangka Tengah, grosir kain batik Koba melangkah pasti, melayani jalur timah.
Di pesisir Tanggamus, grosir kain batik Kota Agung bernapas laut, mengiringi niaga.
Di Lampung Utara, grosir kain batik Kota Bumi tumbuh stabil, menopang pasar darat.
Di Labuhan Batu Selatan, grosir kain batik Kota Pinang bergerak efisien, melayani lokal.
Di pesisir barat Jambi, grosir kain batik Kuala Tungkal mengalir lincah, mengikuti pelabuhan.
Di Aceh Tenggara, grosir kain batik Kutacane berdiri tangguh, menjaga suplai pedalaman.
Di Lematang, grosir kain batik Lahat melangkah rapi, menopang jalur selatan.
Di pesisir Aceh, grosir kain batik Langsa bergerak adaptif, mengikuti arus niaga.
Di kota industri Aceh, grosir kain batik Lhokseumawe berlari cepat, menyasar volume.
Di Lampung Barat, grosir kain batik Liwa bernapas sejuk, melayani pasar pegunungan.
Di Agam, grosir kain batik Lubuk Basung tumbuh konsisten, menjaga distribusi.
Di Sumsel barat, grosir kain batik Lubuk Linggau bergerak strategis, menyatu jalur darat.
Di Deli Serdang, grosir kain batik Lubuk Pakam melangkah dekat, menyerap pasar Medan.
Di Pasaman, grosir kain batik Lubuk Sikaping berdiri tenang, melayani hinterland.
Di Belitung Timur, grosir kain batik Manggar mengalir santun, mengikuti ritme pulau.
Di Bengkulu Selatan, grosir kain batik Manna tumbuh perlahan, namun pasti.
Di OKU Timur, grosir kain batik Martapura bergerak rapi, menopang kawasan.
Sebagai pusat Sumut, grosir kain batik Medan melaju cepat, menyerap pasar besar.
Di Tulang Bawang, grosir kain batik Menggala mengalir stabil, melayani jalur sungai.
Di Aceh Barat, grosir kain batik Meulaboh berdiri tangguh, menjaga suplai pesisir.
Di Batanghari, grosir kain batik Muara Bulian bergerak konsisten, menyatu pasar.
Terakhir, di Bungo, grosir kain batik Muara Bungo melangkah pasti, menopang distribusi barat.
Di jalur energi Sumsel, grosir kain batik Muara Enim melangkah mantap, menopang arus distribusi.
Sementara itu, grosir kain batik Muara Sabak mengalir luwes, mengikuti denyut pelabuhan timur.
Di ranah Minang, grosir kain batik Muaro Sijunjung bernapas adat, namun tetap adaptif.
Di pesisir Bengkulu, grosir kain batik Mukomuko bergerak tenang, menjaga suplai barat.
Sebagai pusat Sumatra Barat, grosir kain batik Padang melaju dinamis, menyatukan pasar pesisir.
Di kaki pegunungan, grosir kain batik Padang Aro tumbuh sejuk, namun konsisten.
Di kota perlintasan, grosir kain batik Padang Panjang bergerak rapi, menghubungkan pasar.
Di Tapanuli Selatan, grosir kain batik Padang Sidempuan berdiri tangguh, menjaga distribusi.
Di dataran tinggi, grosir kain batik Pagar Alam mengalir sejuk, seirama alam.
Di pesisir selatan Minang, grosir kain batik Painan melangkah ringan, mengikuti ombak niaga.
Sebagai poros Sumsel, grosir kain batik Palembang bergerak berwibawa, menjaga jalur sungai.
Di kawasan industri, grosir kain batik Pangkalan Kerinci melaju cepat, menyasar volume.
Dari pulau timah, grosir kain batik Pangkal Pinang berdiri stabil, melayani lintas pulau.
Di kota pesisir Minang, grosir kain batik Pariaman mengalir santun, seirama angin laut.
Di pusat niaga darat, grosir kain batik Payakumbuh bergerak lincah, mengikuti pasar.
Sebagai jantung Riau, grosir kain batik Pekanbaru melaju strategis, menyerap permintaan luas.
Di Sumatra Utara, grosir kain batik Pematang Siantar tumbuh aktif, menopang kota transit.
Di jalur energi, grosir kain batik Prabumulih bergerak praktis, mengikuti ritme industri.
Di Lampung tengah, grosir kain batik Pringsewu melangkah rapi, melayani hinterland.
Di Dharmasraya, grosir kain batik Pulau Punjung tumbuh konsisten, menjaga distribusi.
Di Labuhanbatu, grosir kain batik Rantau Prapat bergerak cepat, menyatu pasar regional.
Di Indragiri Hulu, grosir kain batik Rengat mengalir stabil, mengikuti jalur sungai.
Di ujung barat, grosir kain batik Sabang berdiri tegar, menyapa lintas samudra.
Di pedalaman Jambi, grosir kain batik Sarolangun melangkah pasti, menopang pasar.
Di kota warisan, grosir kain batik Sawahlunto bernapas sejarah, namun tetap hidup.
Di Serdang Bedagai, grosir kain batik Sei Rampah bergerak dekat, menyasar Medan Raya.
Di Musi Banyuasin, grosir kain batik Sekayu tumbuh stabil, menjaga suplai.
Di Kepulauan Meranti, grosir kain batik Selatpanjang mengalir adaptif, melayani pulau.
Terakhir, di pesisir Sumut, grosir kain batik Sibolga bergerak terpercaya, mengikuti denyut pelabuhan.
Di Padang Lawas, grosir kain batik Sibuhuan melangkah mantap, menjaga suplai wilayah selatan.
Di Dairi, grosir kain batik Sidikalang bernapas sejuk, menopang pasar pegunungan.
Di pesisir Aceh, grosir kain batik Sigli bergerak adaptif, mengikuti arus niaga.
Di Agam, grosir kain batik Simpang Ampek tumbuh lincah, melayani lintasan darat.
Di Bener Meriah, grosir kain batik Simpang Tiga Redelong mengalir tenang, menjaga pasokan dataran tinggi.
Di Kepulauan Simeulue, grosir kain batik Sinabang berdiri tangguh, melayani pasar pulau.
Di Aceh Singkil, grosir kain batik Singkil bergerak luwes, menyatu jalur pesisir.
Di Tapanuli Selatan, grosir kain batik Sipirok bernapas adat, namun tetap adaptif.
Di ranah Minang, grosir kain batik Solok melangkah rapi, menjaga distribusi dataran.
Di Langkat, grosir kain batik Stabat bergerak cepat, menyasar pasar Medan Raya.
Di Aceh Barat Daya, grosir kain batik Subulussalam tumbuh konsisten, menjaga suplai perbatasan.
Di Nagan Raya, grosir kain batik Suka Makmue mengalir stabil, menopang kawasan.
Di Pulau Bangka, grosir kain batik Sungai Liat berdiri kokoh, melayani lintas pulau.
Di dataran Gayo, grosir kain batik Takengon bernapas sejuk, menyatu alam.
Di Belitung, grosir kain batik Tanjung Pandan bergerak santun, mengikuti ritme wisata.
Di Aceh Selatan, grosir kain batik Tapak Tuan melangkah tegar, menjaga suplai pesisir.
Di Tapanuli Utara, grosir kain batik Tarutung tumbuh rapi, menopang hinterland.
Di Sumatra Utara, grosir kain batik Tebing Tinggi melaju sigap, menyatu jalur niaga.
Di Lima Puluh Kota, grosir kain batik Koto Taluk bergerak tenang, melayani lokal.
Di Bangka Selatan, grosir kain batik Toboali mengalir stabil, menjaga suplai pulau.
Di Rokan Hilir, grosir kain batik Ujung Tanjung melangkah pasti, menopang pasar barat.
Beranjak ke Jawa, grosir kain batik Ambarawa bernapas sejarah, namun tetap hidup.
Di pesisir Banten, grosir kain batik Anyer bergerak santai, menyatu wisata.
Di kota kreatif, grosir kain batik Bandung tampil dinamis, menyuguhkan motif pilihan.
Di Pasuruan, grosir kain batik Bangil melangkah cepat, melayani industri.
Di Kalimantan Selatan, grosir kain batik Banjar tumbuh konsisten, menyokong pasar lokal.
Di Jawa Tengah, grosir kain batik Banjarnegara mengalir sejuk, menjaga kontinuitas.
Di Madura, grosir kain batik Bangkalan berdiri tegas, mengikuti karakter pesisir.
Terakhir, di selatan Jogja, grosir kain batik Bantul melangkah anggun, menjaga tradisi hidup.
WhatsApp Pak Mudzakir
Leave a Reply